Lockdown: Efektifkah untuk Mengurangi Penyebaran Virus Corona di Indonesia?

Dunia sedang dilanda pandemi global karena wabah virus corona terus menyebar dan meluas di berbagai dunia, termasuk di Indonesia. Setiap harinya kasus Corona di Indonesia semakin bertambah, penderitanya pun kian meningkat. Hingga hari ini (Minggu, 15 Maret 2020) jumlah pasien positif virus corona di Indonesia berjumlah 117 orang. Delapan orang dinyatakan sembuh dan lima diantaranya meninggal dunia. Angka ini di perkirakan akan terus meningkat karena penyebaran virus corona di Indonesia yang semakin melebar.

Menurut pemerintah ada delapan daerah di Indonesia yang sudah terjangkit virus corona mulai dari Jakarta sampai Manado, Sulawesi Utara. Bahkan pemerintah mengatakan wabah ini sudah menyebar ke Jakarta, Bandung, Tangerang, Jawa Barat, Solo, Yogyakarta, Bali, Manado, dan Pontianak.

Apa itu Corona?

Corona termasuk ke dalam keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Wabah ini pertama kali muncul pada akhir Desember 2019, tepatnya di Kota Wuhan, Cina kemudian menular dan menyebar dengan cepat ke wilayah lain di Cina bahkan negara lain. Faktanya virus ini dapat menular kepada siapapun, namun efeknya akan lebih berbahaya dan fatal pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah. Virus corona dapat menyebabkan infeksi saluran pernafasan pada manusia seperti flu biasa atau bahkan menimbulkan penyakit serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan sindrom pernafasan akut berat atau Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Apa itu Corona. Sumber: http://www.aisyiyah.or.id/
Apa itu Corona. Sumber: http://www.aisyiyah.or.id/

Seseorang dapat tertular virus corona karena berbagai cara misalnya:

1. Secara tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita virus corona

2.  Menyentuh mulut atau hidung tanpa mencuci tangan setelah memegang benda yang terkena cipratan air liur penderita virus corona

3. Melakukan kontak jarak dekat seperti bersentuhan atau bersalaman dengan penderita virus corona

Oleh karena itu, kita harus selalu waspada apabila berdekatan dengan orang-orang di lingkungan sekitar kita. Terutama dengan orang yang sedang mengalami tanda-tanda terinfeksi virus corona seperti batuk, pilek, dan sesak nafas. Sebab hingga detik ini belum ditemukan vaksin yang dapat mencegah infeksi virus corona.

Mengenal lebih dalam tentang Lockdown

Istilah lockdown sangat sering kita dengar seiring dengan merebaknya virus corona di Indonesia akhir-akhir ini. Namun, apakah kalian tau apa itu arti dari lockdown? Kalau belum, silakan baca penjelasan berikut. Lockdown berasal dari bahasa Inggris yang berarti kuncian. Istilah ini muncul sebagai wacana untuk mencegah penyebaran virus corona lebih luas. Jadi dapat diartikan bahwa lockdown adalah upaya mengunci akses masuk dan keluar atau isolasi wilayah untuk mencegah penyebaran virus corona. Tidak hanya mengunci akses masuk dan keluar, lockdown juga melarang orang-orang untuk mengadakan pertemuan yang dapat menimbulkan keramaian dan menutup sekolah serta tempat-tempat umum. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko penularan virus corona pada orang-orang diluar wilayah lockdown.

Hingga saat ini, Indonesia masih dalam tahap memperkuat deteksi, pencegahan, dan memastikan tersedianya logistik medis seperti alat pelindung diri. Sementara untuk kebijakan lockdown itu sendiri, pemerintah merasa Indonesia belum perlu melakukan lockdown karena masih banyak hal yang harus dipertimbangkan misalnya sektor ekonomi dan sosial. Sebagai contoh, untuk melakukan kebijakan lockdown di Jakarta, pemerintah harus mempertimbangkan hal ini dengan matang. Sebab 70% pergerakan uang nasional berada di Jakarta sehingga akan sangat beresiko bila aktivitas perekonomian di Jakarta lumpuh akibat dari kebijakan lockdown.

Ilustrasi Lockdown. Sumber: https://radarbali.jawapos.com/
Ilustrasi Lockdown. Sumber: https://radarbali.jawapos.com/
Efektifkah upaya Lockdown di Indonesia?

Seperti kita tahu, penyebaran corona di Indonesia dapat dikatakan cukup masif karena kenaikan jumlah penderita yang terinfeksi virus ini cukup tinggi. Salah satu penyebab kenaikan yang signifikan ini adalah tidak terlacaknya orang-orang yang terinfeksi corona. Keadaan semakin parah karena tidak adanya data yang akurat mengenai jumlah dan wilayah mengenai persebaran corona.

Oleh karena itu, upaya lockdown dapat dilakukan untuk membatasi penyebaran virus corona karena penyebarannya tak mampu ditracking dengan akurat. Namun tingkat keberhasilannya sangat bergantung atas kerja sama seluruh komponen masyarakat dan pemerintah Indonesia. Apabila ingin upaya ini berhasil dan efektif, pemerintah harus menerapkan kebijakan yang tepat. Sementara untuk masyarakat dibutuhkan kerja sama agar upaya ini berhasil. Mengingat masih banyak masyarakat yang kurang peduli dan acuh terhadap virus ini sehingga mereka sering kali mengabaikan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Sebagai contoh, ketika terjadi penutupan beberapa tempat wisata di Jakarta sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus corona. Masyarakat bukannya berdiam diri dirumah, mereka justru memilih lokasi lain untuk pergi berlibur. Padahal pemerintah melakukan hal tersebut untuk mengurangi titik keramaian yang menjadi salah satu tempat paling rentan untuk tertularnya virus corona. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap antisipasi penyebaran virus corona masih kurang. Akhir kata apabila ingin upaya lockdown berhasil, kita segenap warga negara Indonesia harus bekerja sama, taat dan patuh terhadap kebijakan yang diterapkan. Ingat, semua itu kita lakukan demi kebaikan bersama.

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.