Imunoterapi: Cara Baru untuk Pengobatan Kanker di Indonesia

Kanker adalah penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel secara tidak terkendali yang mempunyai kemampuan untuk menyusup dan merusak sel-sel sehat dalam tubuh. Berdasarkan hasil dua survei global terhadap tren kesehatan yang dilakukan selama satu dekade diketahui bahwa kanker telah menjadi penyebab kematian nomor satu di negara-negara maju. Tidak hanya itu, kanker juga telah berhasil menggeser posisi penyakit jantung sebagai penyebab tertinggi kematian di negara-negara maju sesuai dengan hasil penelitian yang dipublikasikan oleh jurnal medis The Lancet pada tahun 2019.

Sementara di Indonesia sendiri, kanker merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah jantung dan stroke. Menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2013, prevelansi penderita kanker di Indonesia mencapai angka 1,4% atau berjumlah sekitar 347,792 jiwa. Angka ini kemudian meningkat menjadi 1,79% pada tahun 2018. Globocan (Global Cancer Obervatory) menambahkan bahwa selama 2018 penderita kanker di Indonesia paling banyak mengidap kanker payudara (16,7%), kanker serviks (9,3%), kanker paru (8,6%), kanker kolorektal (8,6%), dan kanker hati (5,3%).

Sumber: Validnews
Sumber: Validnews

Seperti kita tahu, kanker dapat menyerang bagian tubuh mana saja. Kanker juga menyebabkan kematian karena gejalanya sering kali tidak terdeteksi sehingga terlambat untuk diobati. Padahal supaya perkembangan sel abnormal tidak menyebar dan berhenti, penderita kanker harus melakukan pengobatan khusus seperti kemoterapi. Kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan untuk menghancurkan atau membatasi pertumbuhan sel-sel kanker. Untuk tingkat keberhasilannya sendiri masih bergantung pada kondisi masing-masing pasien. Tidak hanya kemoterapi, penderita kanker kini juga bisa melakukan pengobatan khusus dengan cara Imunoterapi.

Apa itu Imunoterapi?

Menurut www.kalahkankanker.com, Imunoterapi adalah standar baru dalam pengobatan kanker yang bekerja dengan cara mengembalikan kemampuan sistem imun di dalam tubuh pasien sendiri agar dapat melawan sel kanker. Imunoterapi merupakan bentuk terapi biologis dimana dalam proses pengobatannya menggunakan bahan yang terbuat dari organisme hidup untuk mengobati kanker. Pengobatan ini dilakukan melalui beberapa cara, termasuk dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk bekerja lebih keras atau lebih cerdik dalam menyerang sel-sel kanker. Bisa juga dilakukan dengan memberikan komponen sistem kekebalan pada tubuh seperti protein sistem kekebalan tubuh buatan.

Oleh karena itu, imunoterapi merupakan harapan baru untuk para penderita kanker. Sebab metode imunoterapi ini telah menghasilkan beberapa obat kanker dengan kinerja yang sangat baik. Sebelum membahas lebih jauh mengenai imunoterapi, alangkah lebih baik kita mengetahui bagaimana sistem imun bekerja pada manusia khususnya saat berhadapan dengan kanker.

Pengertian Imunoterapi Kanker. Sumber: www.kalahkankanker.com
Pengertian Imunoterapi Kanker. Sumber: www.kalahkankanker.com
Apa itu Sistem Imun?

Sistem imun merupakan suatu sistem besar meliputi organ, sel-sel khusus dan zat-zat yang melindungi tubuh dari setiap jenis infeksi dan penyakit. Sistem imun juga menyimpan ingatan sebagian besar bahan asing dari virus dan bakteri sehingga sistem ini akan melakukan perlawanan ketika ada zat baru yang dianggap berbahaya masuk ke dalam tubuh. Apabila di ibaratkan, sistem imun adalah tentara yang berkeliling ke seluruh tubuh untuk membasmi kuman penyebab infeksi, termasuk membasmi sel-sel yang tidak normal pertumbuhannya yaitu kanker.

Namun, ada kalanya sistem imun ini memiliki keterbatasan saat berhadapan dengan kanker. Hal ini dikarenakan sistem imun tidak dapat mengenali kanker sebagai sel asing yang harus dibasmi karena sifatnya yang mirip dengan sel normal. Walaupun sistem imun dapat mengenali sel-sel kanker, terkadang reaksinya tidak cukup kuat untuk menghancurkan sel kanker tersebut. Terlebih lagi sel-sel kanker tumbuh secara tidak terkendali dan memiliki cara menghindar dari sergapan sistem imun.

Dalam keadaan normal, sistem imun tubuh berfungsi untuk mendeteksi dan menghancurkan sel asing  atau abnormal dalam tubuh menggunakan sel T. Berikut penjelasan mengenai cara kerja sistem imun:

    1. Mencari: pada tahap ini sel T mencari semua hal yang dianggap berbahaya untuk tubuh
    2. Memindai: tahap selanjutnya sel T memindai sel-sel untuk membedakan antara sel normal dan sel abnormal
    3. Menyingkirkan: sel abnormal yang terdeteksi akan diserang dan disingkirkan
Ilustrasi Sel T. Sumber: saintif.com
Ilustrasi Sel T. Sumber: saintif.com

 

Pada kenyataannya tubuh mempunyai siklus imunitas atau kekebalan terhadap kanker yang terdiri dari tujuh tahapan. Namun, adanya PD-L1 telah menghambat sistem imun (sel T) untuk menyerang dan menghancurkan sel kanker. Beginilah 7 tahapan siklus imunitas atau kekebalan tubuh dalam melawan kanker:

1. Pelepasan antigen: siklus diawali dengan pelepasan antigen. Disini sel kanker mati kemudian melepaskan antigen atau potongan protein kecil dari sel kanker yang telah mati.

2. Antigen presentation: selanjutnya antigen diambil oleh sel dendritik atau antigen presentation cell, kemudian dibawa ke lokasi pembuangan lokal di kelenjar getah bening

3. Produksi dan aktivasi sel T: pada tahap ketiga ini, sel dendritik memberikan potongan antigen pada sel T sehingga sel terproduksi dan teraktivasi

4. Perjalanan sel T: setelah sel T aktif, mereka masuk ke pembuluh darah dan mencari sel kanker

5. Infiltrasi sel T ke dalam tumor: sel T masuk ke dalam lokasi tumor. Disini sel T harus menghancurkan dinding pertahanan tumor dan menembus masuk.

6. Pengenalan kanker oleh sel T: selanjutnya dalam tumor terdapat sel-sel kanker yang akan dikenali oleh sel T yang sudah masuk

7. Sel T menghancurkan sel kanker: pada tahap terakhir ini sel T menjadi aktif untuk melawan dan menghancurkan sel kanker

7 Tahap Siklus Imunitas Kanker. Sumber: www.kalahkankanker.com
7 Tahap Siklus Imunitas Kanker. Sumber: www.kalahkankanker.com
Macam-macam Imunoterapi

Seperti kita tahu bahwa tubuh mempunyai siklus imunitas atau kekebalan terhadap kanker. Namun, PD-L1 menjadi penghambat sistem imun (sel T) untuk menyerang dan menghancurkan sel kanker. Hal ini dikarenakan PD-L1 berkamuflase untuk menghindari sistem imun dan pada akhirnya mengakibatkan seseorang terkena kanker. PD-L1 merupakan protein di permukaan sel kanker yang menjadi faktor penghalang atau immune checkpoint pada sistem imun tubuh terhadap kanker. Oleh karena itu, ketika berikatan dengan protein lain seperti B7.1 dan PD-1, protein PD-L1 akan menghambat proses pembentukan dan aktivasi pasukan sel T di kelenjar getah bening serta menghalangi proses penghancuran sel kanker oleh sel T di dalam tumor.

Oleh karena itu, pengobatan imunoterapi kanker bertujuan untuk mengembalikan fungsi sistem imun dengan memblokir ikatan PD-L1 dengan protein lain agar sel kanker dapat dideteksi oleh sel T dan dihancurkan. Imunoterapi bekerja pada tahap pembentukan dan aktivasi pasukan sel T di kelenjar getah bening serta penghancuran sel kanker di dalam tumor. Imunoterapi kanker dapat dibagi menjadi dua yaitu:

  1. Imunoterapi Pasif: Imunoterapi berdasarkan transfer adoptif imunomodulator, antibodi spesifik tumor, atau sel-sel imun. Sel-sel ini diberikan pada pasian untuk memulai kerja anti-tumor. Imunoterapi pasif ini terdiri dari terapi Sel T adoptif menggunakan virus onkolotik, Bi- dan multispesifik antibody, antibodi monoklonal dengan target tumor
  2. Imunoterapi Aktif: Imunoterapi ini merangsang sistem imun pasien dengan menggunakan efek anti tumor spesifik antigen. Selain itu, imunoterapi ini juga menghasilkan respons anti tumor yang berlangsung lama dan memberikan perlindungan terhadap penyakit residual dan rekurensi tumor. Imunoterapi aktif terdiri dari vaksin kanker, sitokin, antibodi monoklonal imunomodulator

Sementara itu, saat ini sudah ada beberapa contoh imunoterapi kanker yang telah dikembangkan. Imunoterapi kanker yang dimaksud antara lain anti PD-L1, anti PD-1, dan anti CTL4.

Imunoterapi Kanker. Sumber: www.kalahkankanker.com
Keunggulan Imunoterapi

Sel kanker merupakan hal yang cukup sulit ditangani karena sistem imun sering kali tidak dapat mengenali sel kanker tersebut sebagai benda asing. Terlebih lagi beberapa sel kanker mempunyai bentuk yang sangat mirip dengan sel normal. Hal ini menyebabkan sistem imun tidak dapat mengenali dan menyerangnya. Di sisi lain, walaupun sistem imun dapat mengenali sel kanker, responsnya kadang kali tidak cukup kuat untuk membasmi sel tersebut. Apalagi sel kanker berkembang dengan sangat cepat dan tidak terkontrol.

Oleh karena itu, pengobatan dengan cara imunoterapi dilakukan supaya sistem imun lebih cerdas mengenali sel kanker. Pengobatan ini juga diharapkan dapat membuat sistem imun lebih kuat dalam merespons sel kanker agar perkembangan sel-sel ganas dapat diperlambat atau bahkan dihentikan. Imunoterapi juga memiliki beberapa keunggulan dibanding metode pengobatan lainnya seperti:

    1. Imunoterapi dinilai lebih efektif dibandingkan pengobatan kanker lainnya seperti radiasi atau kemoterapi.
    2. Imunoterapi bisa membantu efektivitas pengobatan lain yang sedang dijalani. Misalnya, kinerja kemoterapi bisa lebih baik saat pasien juga menjalani imunoterapi.
    3. Efek samping imunoterapi lebih kecil karena imunoterapi membuat sistem imun hanya menyerang sel kanker secara spesifik.
    4. Imunoterapi bisa meminimalisasi kanker muncul kembali karena pengobatan ini memicu imunomemori (kemampuan sistem imun untuk mengingat sel kanker)
Efek Samping Imunoterapi

Imunoterapi mempunyai efek samping yang lebih rendah namun efektivitasnya lebih baik dibandingkan kemoterapi. Hal ini bukan berarti imunoterapi tidak mempunyai efek samping sama sekali. Sebab pengobatan dengan cara imunoterapi dapat menimbulkan efek samping seperti nyeri, bengkak, kemerahan, gatal, serta ruam pada kulit di area suntikan. Selain itu, imunoterapi juga bisa menyebabkan gejala flu seperti demam, pusing, nyeri otot, dan sakit kepala.

Efek samping yang muncul dari imunoterapi ini sendiri bervariasi tergantung pada kondisi kesehatan, penyakit kanker yang diderita, metode imunoterapi yang dilakukan, dan dosis yang diberikan. Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih detail dan lanjut mengenai pengobatan imunoterapi ada baiknya pasien langsung konsultasi atau menghubungi dokter.

 

Referensi:
www.kalahkankanker.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.