Gulai Paku: Olahan Makanan dari Hutan yang Kaya Antioksidan

Hari gini ada yang enggak tau atau atau belum pernah makan masakan khas Padang? Enggak mungkin deh! Secara makanan satu ini udah jadi favorit banyak orang karena cita rasa rempahnya yang kuat, bumbunya yang kental, gurih, dan pedas. Salah satunya yang paling terkenal adalah rendang. Bukan cuma rendang aja, sebenarnya banyak sekali masakan khas Padang lainnya. Namun, dari semua masakan tersebut cuma satu nih yang jadi favorit aku. Namanya Gulai Paku!

Gulai Pakis. Sumber: Merahputih.id
Gulai Pakis. Sumber: Merahputih.id

 

Gulai paku ini dibuat menggunakan bahan dasar batang dan daun pakis atau daun paku yang masih muda. Daun pakis muda ini kemudian dipadukan dengan bumbu-bumbu seperti lengkuas, cabe rawit hijau, asam kendis, kunyit, dan santan. Aku sendiri baru tau dan akhirnya suka sama gulai paku ini setahun terakhir. Semuanya berawal ketika aku membeli lontong khas Padang milik teman. Berbeda dengan lontong kebanyakan, lontong padang temanku ini menggunakan gulai paku sebagai sayurnya. Jujur, awalnya aku agak aneh dan ragu untuk memakannya. Sebab aku sendiri belum pernah makan sayur berisi daun pakis sebelumnya. Tapi setelah dicoba, benar-benar diluar ekspetasi gengs. Ternyata gulai paku tuh rasanya unik dan khas, serta enak dan bikin aku ketagihan. Apalagi kuahnya yang pedas, nampol abis!

Pakis Muda. Sumber: Flickr
Pakis Muda. Sumber: Flickr

 

Apa itu Pakis?

Buat kalian yang belum tau, pakis adalah jenis tanaman paku berbentuk pendek, berumbai, dan mempunyai akar yang merayap. Tanaman jenis paku-pakuan ini bisa dibilang sebagai tanaman musiman dan agak sulit diperoleh di Indonesia. Sebab daun pakis tidak tumbuh karena hasil budidaya, melainkan tumbuh dengan liar di hutan-hutan yang tanahnya lembab dan basah. Untuk di Indonesia sendiri, pakis tidak terlalu terkenal dan jarang dijadikan bahan makanan dibandingkan sayuran sejenis seperti bayam dan kangkung. Padahal pakis kaya akan antioksidan, mengandung sumber asam lemak omega-3, omega-6, serta tinggi zat besi. Rasanya juga enggak kalah enak dan lezat dibanding kangkung atau bayam. Makanya kalian harus tau tentang pakis ini dan jangan lupa juga untuk merasakan sendiri nikmatnya olahan dari pakis! Apalagi pakis mengandung serat yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh seperti:

    • Meningkatkan Kekebalan Tubuh: Kandungan antioksidan (Vitamin A dan Vitamin C) yang ada dalam sayur pakis ini dapat melindungi tubuh dari radikal bebas penyebab kanker dan penuaan dini.
    • Meningkatkan Kesehatan Kardiovaskuler: Niasin dan Kalium yang terkandung dalam pakis dapat melindungi jantung dan menurunkan kolestrol dalam tubuh.
    • Meningkatkan Sel Darah Merah: Pakis kaya akan zat besi yang dapat meningkatkan sel darah merah dan melindungi tubuh dari anemia,
    • Menjaga Kesehatan Mata: Vitamin A dalam pakis dapat membantu melindungi dan meningkatkan penglihatan mata.
    • Menjaga Kadar Gula Darah: Kandungan Mangan dalam pakis dapat mengontrol tiroid dan menjaga kadar gula darah dalam tubuh.

Sayur Pakis. Sumber: ResepKoki.id
Sayur Pakis. Sumber: ResepKoki.id

 

Keadaan Hutan Sumber Pangan di Indonesia saat ini

Akan tetapi, kita tidak tahu bagaimana nasib pakis hutan ini beberapa tahun kedepan. Sebab hutan sebagai sumber makanan di Indonesia, semakin lama justru semakin menyusut luasnya karena berbagai hal. Misalnya, alih fungsi hutan menjadi perkebunan, pembalakan liar, kebakaran hutan, eksploitasi hutan untuk industri dan pemukiman serta adanya deforestasi. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, deforestasi diartikan sebagai penutupan lahan dari hutan menjadi bukan hutan. Sementara menurut Organisasi Pangan Dunia yaitu FAO (Food Association Organization), deforestasi merupakan penebangan tutupan hutan dan konvensi lahan secara permanen untuk berbagai manfaat lain.

Deforestasi di Indonesia sendiri sudah terjadi sejak tahun 1970 dengan dimulainya perambahan hutan secara besar-besaran untuk industri kayu, perluasan area perkebunan dan pertambangan skala besar. Perluasan area perkebunan dan pertambangan tersebut pada akhirnya menyebabkan hilangnya jutaan hektar luasan hutan setiap tahun. Luasan jumlah tutupan hutan di Indonesia juga mengalami kerusakan parah dan mengakibatkan hutan yang tersisa semakin sedikit. Hal ini tidak bisa kita anggap sebagai hal yang sepele karena berdasarkan data dari Global Forest Watch, Indonesia sudah kehilangan 18,91 juta hektar hutan sejak 2001 sampai 2014. Bahkan Indonesia berada di urutan kelima sebagai negara yang kehilangan tutupan pohon terbesar di dunia setelah Rusia, Brasil, Kanada, dan Amerika Serikat.

Ilustrasi Negara dengan Deforestasi Tertinggi. Sumber: Tirto.ID
Ilustrasi Negara dengan Deforestasi Tertinggi. Sumber: Tirto.ID
Infografis Kehilangan Tutupan Pohon (Tree Cover Loss) di Indonesia. Sumber: Tirto.ID
Infografis Kehilangan Tutupan Pohon (Tree Cover Loss) di Indonesia. Sumber: Tirto.ID

 

Hilangnya luasan tutupan hutan di Indonesia ini tentunya akan menimbulkan dampak negatif seperti menimbulkan banjir, banjir bandang, tanah longsor ataupun kekeringan saat musim kemarau. Berdasarkan data World Resource Indonesia, wilayah yang mengalami kehilangan hutan nasional terbesar di Indonesia adalah Kalimantan. Data tahun 2015 menunjukkan bahwa Kalimantan telah kehilangan hutan nasional sebesar 323 ribu hektar untuk perluasan lahan perkebunan kelapa sawit. Pembukaan lahan secara besar-besaran inilah yang menyebabkan habitat ekosistem hutan terancam punah atau pun tanah kekurangan unsur hara. Belum lagi adanya masalah lingkungan yang muncul akibat pembukaan lahan dengan cara pembakaran yang menimbulkan asap tebal yang membuat udara di lingkungan sekitar tercemar.

Ilustrasi Hutan Kalimantan. Sumber: Radday M. 2007. Borneo Maps
Ilustrasi Hutan Kalimantan. Sumber: Radday M. 2007. Borneo Maps

Pada intinya deforestasi merupakan ancaman serius terhadap kelestarian hutan alam di berbagai daerah Indonesia. Menurut WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia), hutan alam di Indonesia (kecuali hutan lindung dan kawasan konservasi) akan musnah pada tahun 2020 apabila masalah ini tidak segera ditangani. Oleh karena itu, pemerintah harus memperkuat sistem keberlanjutan pengelolaan hutan. Sebab hutan telah memberikan kontribusi besar dalam menyediakan bahan pangan dan obat-obatan untuk manusia. Hutan sumber pangan juga harus lestari karena perannya sebagai salah satu pendukung paling penting untuk menjaga keseimbangan alam dari emisi karbon, pemanasan global dan pengalihan fungsi hutan yang terus bertambah setiap tahun. Bukan hanya pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat mempunyai peran dan tanggung jawab untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan hutan. Kalau bukan kita yang menjaga hutan sumber makanan, siapa lagi?

Mari Menjaga Hutan Bersama. Sumber: www.hutanitu.id
Mari Menjaga Hutan Bersama. Sumber: www.hutanitu.id

18 Comments

  • Arena Publik
    Posted 13 Februari 2020 8:14 pm 0Likes

    betul mba, sayur paku in emg enak apalagi dimasak santan kyk it

    • nuna
      Posted 14 Februari 2020 11:16 am 0Likes

      Rasanya enggak kalah sama gulai daging ya :))

  • Rhoshandha
    Posted 13 Februari 2020 8:38 pm 0Likes

    aku bahkan takjub setakjub-takjubnya dengan tanaman paku yang ukurannya besar banget, entah berapa tahun usianya
    takjub juga sih, saat aku bisa mengonsumsi tanaman paku yang usianya muda, hoho

    • nuna
      Posted 14 Februari 2020 11:16 am 0Likes

      Pokoknya tanaman paku itu benar-benar bikin takjub ya kak, entah dari segi rasa dan habitatnya eakkk

  • Bambang Irwanto
    Posted 14 Februari 2020 7:46 am 0Likes

    Saya suka sayur paku ini, Mbak. Dulu pas masih tinggal di Makassar, penjual sayur sering jual. Dan memang enaknya digulai atau ditumis. Pas di Kebumen kayaknya belum nemu lagi sayur paku. Wih, jadi ngiler ini hehehe.

    • nuna
      Posted 14 Februari 2020 11:17 am 0Likes

      Sekarang stay di Kebumen kah mas? Saya orang asli sana hehe. Nah emang kalo di Jawa kayaknya agak susah cari daun paku ya.

  • Reyne Raea
    Posted 14 Februari 2020 8:08 am 0Likes

    Ini makanan eh sayur kesukaan saya banget Mba, waktu di Minahasa dulu, mama saya sering metik di pinggiran jalan gitu, banyak bertebaran, dan memang enak sih, saya suka banget, apalagi kalau mama yang masak 😀

    • nuna
      Posted 14 Februari 2020 11:18 am 0Likes

      Masakan mama emang paling enak dan bikin kangen sih ya kak. Kalo saya malah sukanya gulai paku buatan orang, karena mama saya gak bisa ngolahnya hihi

  • Andi Telaumbanua
    Posted 14 Februari 2020 8:13 am 0Likes

    Mengkawatirkan memang kondisi hutan indonesia saat ini. Itu terbukti semakin sering kita dengar bencana longsor dan banjir di beberapa daerah.

    • nuna
      Posted 14 Februari 2020 11:19 am 0Likes

      Nah itu dia, perlu kesadaran banget sih mengenai kondisi hutan kita saat ini. Jangan sampai hutan dibabat abis, nanti makin mudah timbul bencana

  • Roemah AuRa
    Posted 14 Februari 2020 9:27 am 0Likes

    Sayur paku ditumis pedas dikasih teri duh, nikmat banget mbak. Makanya pentingnya menjaga hutan ya mbak. karena di sana banyak bahan pangan untuk kita

    • nuna
      Posted 14 Februari 2020 11:20 am 0Likes

      Duh jadi pengen coba tumis paku :” buatin aku dong kak hehehe. Nah iya, hutan harus tetap lestari karena menyimpan sumber pangan untuk kita

  • Siti
    Posted 14 Februari 2020 6:30 pm 0Likes

    Aku suka banget kak sama sayur pakis ink.
    Di rumah biasa di gulai ditambhkan udang. Duh aku bisa habis banyak, pertama makan dengan nasi lalu di lanjutkan sayurnya saja. Sambil hirup2 kuah gulainya. Hehehhe…
    Maklum urang awaak doyan gulai.
    Tapi jarang msaknya karena ibu aku asam urta ga boleh sering makan sayuran hijau gitu.
    Nah pakis ini sering aku liat emang di hutan apalagi pas aku naik gunung, pengen voba petik untuk di masak di tenda tapi takut, hehehe…nah ayoo mulai dari diri kita untuk terus menjaga hutan demi kelangsungan hidup kita di masa depan.

  • Melina Sekarsari
    Posted 5 hari ago 3:58 am 0Likes

    Aku adalah penggemar masakan Padang. Ya ampun, kalau disuruh milih sampai bingung euy. Begitu pun lontong sayur khas Padang, aku suka banget. Betul, memang ada dedaunannya yang dulu saat kutanya penjual namanya daun pakis. Enaaak banget. Sayangnya, di Bogor jarang banget kutemukan penjual lontong sayur ini.

    Duh, sedih ya mengetahui kondisi hutan kita saat ini. Ayo ah sama-sama kita jaga keberlangsungan hutan. Manusia itu sungguh makhluk yang lemah. Berani sok jago pakai kekuasaan dengan merusak hutan, yakin bisa hidup tanpa adanya hutan itu?

  • kartikasaris2709
    Posted 4 hari ago 5:36 pm 0Likes

    Adududuuu aku suka banget sm sayur pakis. Di gule sama udang kicik2 yg ngehits banget ya. Ditumis aja juga enak. Menurut aku teksturnya tuh yang bikin tambah enak, jadi berasa mantab rasanya

  • Colorwalk
    Posted 4 hari ago 6:19 pm 0Likes

    Kalo di daerahku nyebutnya “pakis” hahahaha, absolutely enak dibikin tumis, kaya antioksidan juga ya ternyata, itulah alasan kita makin cinta alam terutama hutan di Indonesia

  • Susindra
    Posted 4 hari ago 10:49 pm 0Likes

    Gulai paku, sungguh lezat! Saya menikmati makanan ini selama di Padang dan Bukittinggi, meski ada banyak pilihan sayur lainnya. Sarapan, makan siang dan makan malam, selama ada, saya makan.
    Pulang dari Padang saya diare parah. Wkwkwkwk.

    Tak ada yang baik dari sikap berlebihan, ya.
    Tapi saya tidak menyesal karena sungguh enak.

  • elvasoeshanti
    Posted 4 hari ago 7:55 am 0Likes

    Waah, saya suka banget mbak makan sayur paku. Enak.digulai apalagi ditumis, pokoknya diapain aja.enak deh

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.